Hari yang ditunggu akhirnya tiba juga. Dengan waktu persiapan yang singkat, akhirnya Begawi Jejama Roadshow #1 bersama bersama teman-teman MGMP Bahasa Inggris SMP Tanggamus terlaksana pada hari ini, Sabtu, 6 November 2021 dengan diikuti oleh 60 peserta workshop (sesuai dengan pengisian presensi).
Pada kesempatan ini, saya menggandeng rekan SRB Way Kanan, Ibu Candrawilasita untuk memimpin jalannya kegiatan workshop pada hari ini.
Kegiatan workshop tatap maya ini dihadiri oleh Sahabat Rumah Belajar (SRB) Tanggamus 2020, Bapak Syukron Fuad, S.Pd., Gr., Koordinator Pengawas Kabupaten Tanggamus, Bapak Mukino, M.Pd., dan kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus yang dalam hal ini diwakilkan oleh Bapak Husni Hamim, S.Pd. selaku Kasi SMP Dinas Pendidikan.
Setelah sambutan dari tamu undangan, maka masuklah pada kegiatan inti. Saya berbagi dengan teman-teman MGMP. Ada satu pertanyaan dalam sesi ini dari Ibu Umi Samalah. Beliau menanyakan bagaimana jika di daerahnya bekerja tidak memiliki jaringan internet. Solusinya adalah guru dapat mengunduh materi sehingga dapat diberikan pada peserta didik saat di sekolah. Rumah Belajar sudah mempertimbangkan hal itu, meski beberapa fitur yang ada harus memiliki jaringan internet. Paling tidak ada yang bisa dimanfaatkan saat jaringan internet tidak mendukung.
Antusias peserta dalam mengikuti workshop sangat baik. Di akhir acara kami mengadakan kuis berhadiah. Ada 3 pertanyaan yang saya lontarkan dan tentunya terjawab dengan baik oleh peserta workshop. Namun tepat sebelum kuis kami kedatangan Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus, Bapak Yadi Mulyadi, S.T., M.M..
Singkat cerita, sehari sebelum kegiatan workshop dilaksanakan, Kepala Dinas Pendidikan Tanggamus mengatakan bahwa beliau ada kegiatan yang tidak bisa ditinggal. Tetapi beliau akan menyempatkan diri menyapa peserta workshop di sela kesibukannya. Benar saja, di tengah kegiatan, Bapak Yadi menyempatkan hadir di room meeting. Beliau menyampaikan bahwa pembelajaran tatap muka terbatas harus dilaksanakan dan memang peran TIK sangat penting dalam proses pembelajaran. Beliau juga menghimbau untuk guru-guru di Tanggamus bersinergi dan berkolaborasi, bisa dengan dinas, atau pihak terkait dalam pembelajaran dengan memanfaatkan TIK. Sebab perkembangan TIK ini tidak bisa terhidarkan justru harus bisa diterima guru dalam pembelajaran abad 21.
Setelah kegiatan ini, saya lanjut ke kegiatan coaching 4. Yang penting, jangan sampai habis semangatnya, hehehe.









Komentar
Posting Komentar