Begawi Jejama Roadshow #2 | Panasnya Kota Agung Justru Menyalakan Semangat

 


Pagi-pagi sekali saya bersiap memulai perjalanan "Begawi Jejama Roadshow" di Kabupaten Tanggamus. Perjalanan yang ditempuh memakan kurang lebih 50 km dari rumah saya yang berada di kabupaten tetangga sebelah. Sehingga pukul 06.00 WIB saya sudah memulai perjalanan menuju SDN 4 Kuripan--sekolah yang terletak tidak jauh dari Taman Kota, Kota Agung.

Sesampainya di SDN 4 Kuripan, saya disambut hangat oleh Kepala SDN 4 Kuripan - Bapak Harwiyoto, S.Pd., Koordinator SPLP Kota Agung - Ibu Dra. Hj. Afrilawati, M.Pd.I., Pengawas - Ibu Subekti S.Pd., dan K3S (Kelompok Kerja Kepala Sekolah) - Ibu Masaini, M.Pd.. Hangatnya mereka mencairkan rasa grogi yang sudah ada sejak semalam hehe.

Setelah Kepala Bidang Dikdas, Bapak Agoeng Basrori, S.Pd., M.M., Kasi Kurikulum SD, Bapak Munasir, S.Pd., dan Kasi Peserta Didik, Pembangunan Karakter, dan Pengembangan TI, Ibu Afrina, S.E. tiba, kegiatan segera dimulai pada pukul 09.00 WIB dengan dibuka oleh Bapak Agoeng. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pentingnya kita mengikuti perkembangan teknologi dalam mewujudkan pembelajaran yang lebih baik. Di samping itu pula beliau menyampaikan mengenai program pemerintah tentang Merdeka Belajar dan guru penggerak untuk mewujudkan pelajar Pancasila. Selain itu beliau juga menyampaikan bahwa pentingnya peserta untuk mengikuti Bimtek PembaTIK 2022 agar kompetensi guru di bidang TIK meningkat.






Setelah acara dibuka, saya mulai berdinamika dengan peserta yang hadir dari 4 kecamatan yaitu dari Kecamatan Kota Agung, Kota Agung Barat, Kota Agung Timur, dan Limau dengan jumlah keseluruhan peserta yang hadir adalah 60 guru. Peserta workshop hari ini termasuk guru-guru yang muda dan memiliki semangat yang luar biasa.

Dalam workshop ini saya menyampaikan Pembelajaran Inovatif dengan Mengintegrasikan Portal Rumah Belajar. Saya memulai dengan memaparkan kebutuhan dan krakteristik peserta didik masa kini yang memiliki gap generasi dengan kita, guru. Masih banyak yang mengira bahwa peserta didik sekarang merupakan generasi milenial. Padahal kitalah yang merupakan generasi milenial dan peserta didik sekarang adalah generasi Z. Untuk menjawab kebutuhan dan karakteristik peserta didik dan tantangan pembelajaran di masa pandemi, pembelajaran inovatif dibutuhkan. Untuk itu saya memaparkan best practice yang saya lakukan untuk pembelajaran inovatif di masa pandemi, mengenai flipped classroom dan problem-based learning.

Pada kegiatan workshop ini, peserta juga diharuskan membuat akun Rumah Belajar. Sebagian guru ternyata belum mendapatkan informasi mengenai akun belajar.id. Akhirnya peserta yang belum mempunyai belajar.id menggunakan akun Google. Ada pula yang belum mempunyai NUPTK, maka peserta dapat masuk sebagai umum. Setelah itu peserta menangkap layar bahwa mereka sudah masuk ke akun Rumah Belajar. Di samping itu, peserta diminta untuk membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Inovatif dengan menggunakan Rumah Belajar sebagai sumber belajar atau salah satu media pembelajaran di kelas.

Saya juga mengenalkan beberapa fitur lain dalam Rumah Belajar yang bisa peserta gunakan saat pembelajaran di kelas dan juga dalam membuat RPP harus mengandung fitur yang dipakai saat pembelajaran. Semuanya tampak antusias mengikuti kegiatan hari ini dan mereka dapat mengikuti dengan baik dengan ditandai antusiasme tanya jawab di akhir. Peserta tampak semangat sehingga panasnya udara saat itu tidak begitu terasa.

Begitu kegiatan workshop selesai, barulah saya merasakan cuaca yang panas. Hal ini dikarenakan Kota Agung dekat dengan pantai sehingga mempengaruhi cuaca. Rasanya ingin mampir ke pantai. Tetapi ombak sedang besar jadi lebih baik untuk mengurungkan niat ke pantai untuk keselamatan diri.

Sepulang dari kegiatan ini, saya langsung lanjut ke kegiatan berbagi lainnya. Yuk baca juga mengenai Siger Lampung: Bener-bener Seger!!! kegiatan kolaborasi saya bersama SRB lainnya.

Disclaimer: Mohon maaf jika ada kesalahan tulisan pada nama dan gelar.

Komentar