Jauh berbeda cuacanya dengan Kota Agung, Gisting yang berada di dataran yang tinggi terasa sejuk pagi ini; Ditambah pula hujan rintik-rintik yang sesekali membuat hembusan angin terasa dingin. Rasa sejuk di pagi ini, 9 November 2021 membuat hati saya adem. Terutama saat melihat beberapa guru yang sudah bersiap di ruangan sesaat saya tiba. Rasa hangat mulai terasa setelah melihat 57 guru sudah bersiap di ruangan SDN 1 Gisting Bawah--sekolah yang tidak jauh dari sekolah saya bertugas, SMPN 1 Gisting. Guru-guru yang hadir tersebut berasal dari sekolah yang ada di Kecamatan Gisting, Sumberejo, Gunung Alip, dan Talang Padang.
Pukul 09.00 WIB kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang Dikdas, Bapak Agoeng Basrorsi, S.Pd., M.M. yang didampingi Kasi Kurikulum SMP, Bapak Husni Hamim Fitriadi, S.Pd., Kasi Kurikulum SD, Bapak Munasir, S.Pd., dan Kasi Peserta Didik, Pembangunan Karakter, dan Pengembangan TI, Ibu Afrina, S.E.. Beliau tak hentinya menyampaikan tentang beberapa program pemerintah, salah satunya adalah Merdeka Belajar untuk mewujudkan pendidikan yang unggul dan memiliki profil pelajar Pancasila. Hal ini penting disampaikan di hadapan para guru agar sama-sama bisa membuat pendidikan lebih maju dan unggul.
Setelah kegiatan workshop dibuka, saya mengambil alih mic dan mulai menyapa peserta. Saya mengawali dengan memperkenalkan diri dilanjutkan dengan mengenalkan PembaTIK. Saya berharap di PembaTIK 2022 akan banyak peserta yang mengikuti dengan baik dari Kabupaten Tanggamus ini. Harapan ini pun menjadi harapan yang sama Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus.
Lalu saya memulai menyampaikan materi mengenai Pembelajaran Inovatif dengan Mengintegrasikan Portal Rumah Belajar. Saya memulai dengan memaparkan kebutuhan dan krakteristik peserta didik masa kini yang memiliki gap generasi dengan kita, guru. Ternyata masih banyak yang mengira bahwa peserta didik sekarang merupakan generasi milenial. Nyatanya, mereka adalah generasi Z. Untuk menjawab kebutuhan dan karakteristik peserta didik dan tantangan pembelajaran di masa pandemi, pembelajaran inovatif dibutuhkan. Untuk itu saya memaparkan best practice yang saya lakukan untuk pembelajaran inovatif di masa pandemi.
Kegiatan workshop hari ini tak kalah seru! Ditambah adanya saling membantu dalam bersama-sama login Rumah Belajar. Jadi saya sendiri merasa terbantu sehingga hampir semuanya berhasil login. Meski ternyata masih ada guru yang belum mengaktifkan akun belajar.id sehingga yang belum memilikinya harus login dengan akun Google. Menurut pantauan saya, hampir semua sudah berhasil login Rumah Belajar. Memang beberapa terkendala server namun bisa mencobanya di rumah.
Setelah login Rumah Belajar, peserta membuat RPP dan dilakukan di rumah, lalu mengirimkannya pada link yang dibagikan di grup Whatsapp.
Workshop hari ini ditutup dengan makan siang bersama, menyantap Seruit--makanan khas Lampung. Santannya terasa segar sekali!








.jpg)
Komentar
Posting Komentar