Setelah dari Gisting, perjalanan kembali ke arah barat. Wonosobo. Dimana ya... Itu yang pertama saya pikirkan, tetapi yang paling saya nantikan. Sering sekali saya mendengar Wonosobo tetapi belum tahu dimana tepatnya. Maka, pada kesempatan Begawi Jejama Roadshow inilah saya bisa ke Wonosobo, harapan menjadi kenyataan!
Perjalanan ke SDN Soponyono ditempuh dengan lebih dari 1,5 jam. Aksesnya mudah dan mata kita dimanjakan dengan pemandangan pegunungan dan pepohonan di pinggir jalan. Saya benar-benar menikmati perjalanan. Setelah sampai di Pasar Wonosobo, saya menunggu rombongan dari Dinas Pendidikan untuk bersamaan menuju sekolah.
Sesampainya di SDN Soponyono, kami disambut hangat oleh Kepala SDN Soponyono, Bapak Jundu Warsito, M.Pd.. Beliau sangat ramah dan bahkan menawarkan diri untuk membantu saya memarkir mobil di halaman sekolah yang tidak begitu luas. Tergambar semangat dan cerianya Pak Jundu sehingga membuat saya semakin bersemangat.
Kegiatan hari ini di Wonosobo dihadiri juga oleh pengawas sekolah dan koordinator SPLP. Sementara peserta yang datang merupakan guru dari Kecamatan Wonosobo, Bandar Negeri Semuong, Semaka, dan Pematang Sawa berjumlah 58 guru. Para peserta datang dari daerah yang kebanyakan memiliki keterbatasan koneksi internet.
Kegiatan workshop dibuka oleh Kasi Kurikulum SD, Bapak Munasir, S.Pd. Beliau menyampaikan bahwa guru harus berinovasi dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Juga disampaikan untuk memiliki rasa melayani peserta didik untuk mewujudkan pembelajaran yang bermutu.
Setelah acara pembukaan selesai, saya mulai memperkenalkan diri dan PembaTIK. Ternyata dari sekian peserta ada yang sudah pernah mengikuti PembaTIK, hanya saja tidak melanjutkannya. Maka saya menghimbau agar para guru memiliki motivasi untuk mengikuti PembaTIK agar partisipasi guru mengikuti PembaTIK meningkat dan terciptanya pembelajaran yang lebih baik lagi dengan memanfaatkan TIK, khususnya memanfaatkan Rumah Belajar.
Penyampaian yang saya bagikan mengenai flipped classroom menjadi hal baru bagi peserta. Senang rasanya bisa berbagi hal yang membuat peserta memahami pembelajaran yang bisa diaplikasikan di masa pandemi ini. Para peserta pun tampak antusias, terlihat saat kegiatan berlangsung. Meski terlihat peserta yang datang juga tidak sedikit yang sudah senior, semua tetap bersemangat untuk mengikuti workshop dan mencoba login di Rumah Belajar. Hal itu menunjukkan bahwa umur memang berbeda, tetapi yang sama adalah semangatnya!
Pemaparan materi selesai dengan ditandai dilakukan tanya jawab berhadiah. Karena di awal Pak Munasir membahas nama saya yang panjang, pertanyaan pertama yang saya ajukan adalah untuk menyebutkan nama lengkap saya. Seisi kelas pecah karena tawa setelah mengetahui pertanyaan yang tak terduga. Hihi. Terima kasih Wonosobo! Di sana saya bertemu orang-orang yang menyetrumkan semangat kegembiraan!
Oh iya, pulangnya saya mampir Kota Agung untuk memborong otak-otak dan bakso goreng. Yummy!!! Sepanjang jalan ngemil bakso goreng, dong! Susah banget berhentinya.








Komentar
Posting Komentar