Implementasi Flipped Classroom dan Problem-Based Learning dengan Memanfaatkan Rumah Belajar



Dengan menerapkan flipped classroom dan problem-based learning untuk menjawab kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta tantangan di masa pandemi, diharapkan mampu memberikan pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik. Pada 1 dan 2 November 2021 saya telah melaksanakan best practice. Ada 3 tahap flipped classroom dan 5 fase problem-based learning dalam best practice ini.

Baca juga: Flipped Classroom dan Problem-Based Learning dalam Best Practice PembaTIK 2021 dan Memanfaatkan Fitur Sumber Belajar pada Rumah Belajar dalam Best Practice PembaTIK 2021

TAHAP ke-1 : BEFORE CLASS (asinkronus)

Tahap pertama ini dilakukan di rumah dan dilakukan melalui Whatsapp Group. Melalui media ini peserta didik dengan mudah mengakses informasi dan dapat berinteraksi dengan fleksibel. Dalam pembelajaran sebelum kelas, peserta didik diajak untuk memulai pembelajaran dengan diberikan sebuah 'pancingan' dalam bentuk lirik lagu Heal The World. Dalam lirik tersebut terdapat frasa bercetak tebal. Peserta didik dengan mudah menebak materi yang akan dibahas bersama. Setelah itu masuklah fase pertama dari problem-based learning.

Fase 1 : Orientasi peserta didik pada masalah

Pada fase ini peserta didik diberikan sebuah gambar rumah beserta isinya dari salah satu fitur Rumah Belajar, yaitu Sumber Belajar (konten web). Peserta didik mengamati masalah pada beberapa pertanyaan mengenai barang yang ada di dalam rumah atau kamar.

Fase 2 : Mengorganisasi peserta didik untuk belajar

Peserta didik mengumpulkan informasi terkait materi yang disampaikan dengan diberikan video pembelajaran melalui Sumber Belajar (konten audio/video) dan diharapkan mencatat poin penting.

Tahap pertama dalam pembelajaran dilakukan di rumah dengan 2 fase yaitu: 1) orientasi peserta didik pada masalah dan 2) mengorganisasi peserta didik untuk belajar (secara mandiri di rumah). Untuk tahap kedua dilakukan dengan terdiri atas 3 fase yang akan dipaparkan sebagai berikut.

TAHAP ke-2 : IN CLASS (sinkronus)

Fase 3 : Membimbing penyelidikan individu dan kelompok

Peserta didik diberi tantangan untuk menuliskan keberadaan orang, benda, atau binatang di tempat yang sudah ditentukan (ruang kelas, perpustakaan, kantor guru, dan halaman sekolah). Mereka diajak bersama-sama untuk mengambil foto dan kembali ke kelas untuk menuliskan apa saja yang ada di tempat yang mereka amati dengan menggunakan aplikasi Canva.


Fase 4 : Mengembangkan dan menyajikan hasil karya

Peserta didik mengirimkan hasil kerja kelompoknya di Whatsapp Group untuk sama-sama melihat hasil teman kelompok lainnya. Setelah itu mereka mempresentasikan hasil pekerjaan setiap kelompok di depan kelas. Peserta didik memberikan kesempatan kelompok lain untuk bertanya atau memberikan tanggapan mengenai hasil pekerjaan teman kelompok lain.

Fase 5 : Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

Peserta didik menganalisis dan mengevaluasi hasil pekerjaannya dengan membandingkan hasil pekerjaan kelompok lain lalu guru mengonfirmasi hasil pekerjaan peserta didik dan mengajak peserta didik untuk menyimpulkan kegiatan belajar di kelas.

Meski kelas telah berakhir, namun proses belajar masih harus terus belajar. Tahap selanjutnya yaitu tahap 3 dimana pada tahap ini saatnya peserta didik mengendapkan materi yang telah mereka pelajari melalui kegiatan belajar mandiri dan kelompok.

TAHAP ke-3: AFTER CLASS (asinkronus)

Peserta didik mengerjakan kuis mengenai materi, sekaligus merefleksikan pembelajaran dengan mengisi link yang sama. Di saat inilah peserta didik diberi informasi untuk pembelajaran selanjutnya dan diminta bersiap before class 1 hari sebelumnya.

Komentar